26 Maret 2010
Purwakarta - Kereta api
Parahyangan Nomor 72 jurusan Jakarta-Bandung mengalami anjlok di
kilometer 111+1/2 lajur hilir. Titik kecelakaan ini terletak di Desa
Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Kecelakaan ini menyebabkan satu penumpang tewas seketika di tempat kejadian.
Korban tewas dalam kecelakaan tersebut bernama Yudi Susanto. warga Kampung Ciparay, Kelurahan Ciparay, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, dengan kondisi jasad hancur. Saat ditemukan petugas Polres Purwakarta, kondisi tubuh korban dalam posisi tergencet roda. “Kemungkinan, saat kereta terguncang korban berada di dekat pintu, makanya ia terlempar ke luar gerbong,” kata Agus. Korban baru dapat dievakuasi beberapa saat yang lalul . Yudi Susanto yang menaiki sambungan kereta tewas terlindas roda saat gerbong kereta anjlok
Agus Koswara, petugas Polsuska PT. Kereta Api Indonesia mengatakan, peristiwa anjloknya Kereta Api Parahyangan tersebut sekitar pukul 18.52. Lokasi anjloknya kereta api eksekutif yang membawa tujuh rangkaian gerbong tersebut berjarak satu kilometer dari lokasi bekas anjloknya kereta api barang tadi pagi.
Kecelakaan diduga terjadi karena bergesernya bantalan rel
Di lokasi tersebut, masinis telah melambatkan laju kereta dari kecepatan
50 kilometer per jam menjadi lima kilometer per jam. Tetapi gerbong ketiga
dan keempat tetap terguncang. Situasi itu membuat penumpang ikut terguncang
dan saling bertubrukan karena panik. “Kami mengira kereta akan terbalik,”
kata seorang penumpang bernama Endang. “Tapi, syukurlah hanya anjlok saja.”
Para penumpang yang selamat akhirnya menempuh perjalanan menuju Bandung
dengan menggunakan bis yang telah disiapkan pihak PT Kereta Api. Akibat
peristiwa itu, perjalanan dua kereta api Parahyangan terakhir jurusan
Bandung-Jakarta dan Jakarta-Bandung terpaksa tertahan.
(dikutip dari : berbagai sumber)











































